Minggu, 10 Maret 2019

Agresibudaya korea

Ajeng Darmista
Ajeng Darmista
seorang mahasiswi komunikasi jurusan periklanan di sebuah universitas swasta di Yogyakarta
SOSIAL BUDAYA PILIHAN

Agresi Budaya Korea Melalui K-Pop di Indonesia

24 Januari 2015   05:05 Diperbarui: 24 Januari 2015   05:05
11216 0 1
Saat ini sebagian besar lapisan masyarakat Indonesia pasti sudah tak asing lagi mendengar istilah ‘K-pop’.  Banyak sekali lapisan masyarakat menyukai salah satu genre musik pop yang sekarang sedang hits di Indonesia. Demam korea atau yang dikenal sebagai Hallyu di Indonesia  telah menjangkiti kalangan anak muda selama kurang lebih sepuluh tahun. Mendunianya wabah demam Korea di dunia, termasuk di Indonesia terjadi karena semua pihak di Korea Selatan itu bersinergi. Tak hanya perkembangan teknologi yang semakin maju, Korea juga menggarap sisi budaya mereka. Kalangan muda Indonesia yang hakikatnya sebagai konsumen potensial budaya populer, menjadi sasaran Negara Korea untuk membawa masuk Budaya K-POP ke Indonesia.
Kenapa budaya K-POP dapat dikenal dan diminati dengan mudah oleh kalangan masyarakat di Indonesia? Mungkin saja karena variasi musik yang ditawarkan bermacam-macam, mulai dari pop, dance, elctropop, hip-hop, rock, R&B, juga electronic. Korea memang mampu membaca potensi pasar. Generasi muda yang sangat potensial juga berhasil mereka garap untuk semakin menguatkan posisi mereka di dunia internasional. Ketampanan dan kecantikan serta fashion yang menarik dari bintang-bintang atau artis Korea-nya sendiri yang menjadikan alasan masyarakat menyukai budaya K-POP. Salah satu sebab masuk dan menyebarnya demam K-POP di indonesia adalah dari sejak masuknya musik dan film drama ala Korea yang masuk ke Indonesia.
Hubungan internasional merupakan suatu sistem hubungan antar negara yang berdaulat dalam pergaulan internasional yang menjadikan kegiatan diplomasi sebagai suatu elemen utama bagi suatu negara sebagai faktor penentu eksistensinya dalam hubungan internasional. Merambahnya budaya K-pop di Indonesia dapat dan telah digunakan untuk berbagai kepentingan, termasuk perusahaan-perusahaan Korea. Secara tidak langsung tentu mendongkrak produk-produk mereka. Perkembangan K-pop didukung oleh peran sinkronisasi antara aktor negara, yakni Pemerintah Korea Selatan itu sendiri dengan aktor non-negara seperti para pelaku bisnis, masyarakat, selebritis dan media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar